Kenapa EV Senyap tapi Tetap Aman untuk Pejalan Kaki?

07 Sep 2026

Keheningan kabin adalah salah satu hal pertama yang dirasakan siapapun yang naik kendaraan listrik untuk pertama kalinya. Tidak ada dengung mesin, tidak ada getaran dari putaran piston, tidak ada suara transmisi. Yang terdengar hanya suara ban menyentuh aspal dan angin yang melintas di luar.

Bagi pengemudi dan penumpang, ini adalah kenyamanan yang sulit digambarkan sebelum benar-benar merasakannya.

Tapi ada satu pertanyaan yang wajar muncul dari sudut pandang yang berbeda: 

Jika kendaraan listrik senyap sangat senyap, bagaimana pejalan kaki, pesepeda, atau pengendara motor bisa tahu ada kendaraan yang mendekat dari belakang?

Jawaban atas pertanyaan ini adalah teknologi bernama AVAS, dan memahaminya penting untuk gambaran lengkap tentang keselamatan berkendara dengan kendaraan listrik.

Mengapa Keheningan EV Menjadi Perhatian Keselamatan

Kebisingan mesin pembakaran konvensional, meski sering dianggap mengganggu, sebenarnya memiliki fungsi keselamatan yang tidak disadari: ia memberi informasi kepada pengguna jalan lain tentang keberadaan dan pergerakan kendaraan di sekitar mereka.

Seorang tuna netra yang berjalan di trotoar, seorang anak yang baru keluar dari balik parkiran, atau pejalan kaki yang sedang melintas di gang sempit, semuanya secara alami mengandalkan suara untuk menyadari adanya kendaraan yang mendekat sebelum bisa melihatnya.

Kendaraan listrik yang bergerak di kecepatan rendah hampir tidak menghasilkan suara yang bisa dideteksi. Di sinilah celah keselamatan itu ada, dan di sinilah AVAS hadir sebagai solusinya.

Ini bukan masalah yang bersifat teoritis di Indonesia. Jalanan Indonesia penuh dengan interaksi antara kendaraan bermotor dan pengguna jalan yang rentan, pejalan kaki di gang-gang sempit, pedagang kaki lima, pesepeda, tukang ojek yang tiba-tiba berhenti, dan anak-anak yang bermain di dekat jalan masuk. Konteks ini membuat AVAS bukan sekadar fitur pelengkap, melainkan komponen keselamatan aktif yang relevan secara langsung untuk kondisi jalan di Indonesia.

Apa itu AVAS dan Bagaimana Cara Kerjanya

AVAS adalah singkatan dari **Acoustic Vehicle Alerting System**, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Sistem Peringatan Akustik Kendaraan. Ini adalah sistem yang menghasilkan suara buatan secara otomatis pada kendaraan listrik, khusus dirancang untuk menggantikan suara mesin yang tidak ada.

Aktif di Kecepatan Rendah, Otomatis

AVAS dirancang untuk bekerja secara otomatis pada kecepatan rendah, umumnya di bawah 20 km/jam, tepat pada kondisi di mana risiko interaksi dengan pejalan kaki dan pengguna jalan yang rentan paling tinggi: area parkiran, persimpangan, gang, jalan masuk gedung, dan kawasan yang pejalan kaki berbagi ruang dengan kendaraan.

Pada kecepatan yang lebih tinggi, suara gesekan ban dengan aspal dan suara angin sudah cukup keras untuk memperingatkan keberadaan kendaraan. Di titik itulah AVAS secara otomatis berhenti menghasilkan suara buatan, karena memang sudah tidak diperlukan.

Sistem ini tidak perlu diaktifkan secara manual. Ia bekerja di latar belakang, setiap saat, tanpa perlu campur tangan pengemudi.

Suara yang Terdengar ke Luar, Bukan ke Dalam

Ini bagian yang menjawab pertanyaan yang mungkin muncul: "Kalau ada suara buatan, berarti kabin EV tidak senyap lagi?"

Tidak. AVAS dirancang dengan prinsip yang berlawanan.

Speaker AVAS dipasang di bagian eksterior kendaraan, umumnya di bagian depan bawah, dan diarahkan ke luar. Suara yang dihasilkan diproyeksikan ke lingkungan sekitar, bukan ke dalam kabin. Pengemudi dan penumpang di dalam kendaraan hampir tidak merasakan perbedaan dari sisi ketenangan, sementara pengguna jalan di luar mendapatkan informasi akustik yang mereka butuhkan.

Ini keseimbangan yang disengaja dalam desain AVAS: memaksimalkan keselamatan publik tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara yang menjadi salah satu keunggulan utama kendaraan listrik.

Suara yang Berubah Sesuai Kecepatan

AVAS tidak hanya menghasilkan satu nada tetap. Sistem ini dirancang agar suara yang dihasilkan berubah seiring kecepatan kendaraan, baik dalam volume maupun karakteristiknya. Saat kendaraan bergerak lebih cepat (namun masih dalam rentang kecepatan rendah), suara AVAS ikut menyesuaikan.

Ini memberikan informasi yang lebih akurat kepada pejalan kaki dan pengguna jalan lain: mereka tidak hanya tahu ada kendaraan yang mendekat, tetapi juga bisa memperkirakan seberapa cepat kendaraan tersebut bergerak, membantu mereka merespons dengan lebih tepat.

Regulasi AVAS di Indonesia dan Dunia

Kebutuhan akan sistem ini sudah diakui secara resmi oleh berbagai negara dan lembaga regulasi internasional.

Secara global, standar teknis AVAS diatur dalam **UN Regulation 138** yang dikembangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan menjadi dasar regulasi di banyak negara. Uni Eropa menjadi salah satu yang pertama mewajibkannya pada 2019, diikuti Amerika Serikat pada 2020, dan Australia pada 2025.

Di Indonesia, kewajiban ini tertuang dalam **Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 87 Tahun 2020**, yang menyebutkan bahwa kendaraan bermotor listrik wajib dilengkapi dengan sistem yang mampu menghasilkan suara, dengan batasan intensitas suara maksimal 75 desibel. Regulasi ini menjadikan AVAS bukan pilihan teknis, melainkan kewajiban hukum bagi kendaraan listrik yang beroperasi di jalan umum Indonesia.

VinFast dan AVAS: Standar Keselamatan yang Sudah Terpasang

Seluruh kendaraan VinFast yang dipasarkan di Indonesia dilengkapi dengan AVAS, sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku. Ini berarti setiap unit VinFast yang Anda lihat di jalan sudah memiliki sistem peringatan akustik yang aktif bekerja setiap kali kendaraan bergerak di kecepatan rendah.

Bagi calon pembeli, ini menjawab satu kekhawatiran yang terkadang muncul: apakah kendaraan listrik yang senyap ini aman untuk lingkungan sekitarnya, khususnya di kondisi lalu lintas Indonesia yang padat dan dinamis? Jawabannya ada di sistem yang bekerja diam-diam setiap saat: tepat saat dibutuhkan, tidak terasa saat tidak diperlukan.

Keheningan yang Anda nikmati di dalam kabin VinFast tidak datang dengan mengorbankan keselamatan orang di sekitar kendaraan. Keduanya dirancang untuk berjalan bersamaan.


FAQ

Apakah saya bisa mendengar suara AVAS dari dalam kabin VinFast?
Pada kondisi normal, suara AVAS tidak akan terdengar secara signifikan dari dalam kabin karena speaker diarahkan ke eksterior kendaraan. Kenyamanan ketenangan kabin kendaraan listrik tidak terganggu oleh sistem ini.

Apakah AVAS perlu diaktifkan secara manual?
Tidak. AVAS bekerja secara otomatis setiap kali kendaraan bergerak di kecepatan rendah. Tidak ada langkah yang perlu dilakukan pengemudi.

Apakah semua kendaraan listrik di Indonesia sudah wajib punya AVAS?
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 87 Tahun 2020, kendaraan bermotor listrik yang beroperasi di Indonesia wajib dilengkapi dengan sistem penghasil suara dengan batas maksimal 75 desibel.

Apakah suara AVAS terdengar seperti mesin bensin?
Tidak selalu. Desain suara AVAS bervariasi antar produsen. Beberapa menggunakan suara yang mirip kendaraan konvensional, beberapa lain menggunakan suara yang lebih unik dan modern. Yang terpenting adalah suara tersebut cukup terdeteksi oleh pengguna jalan sekitar pada kecepatan rendah.

Apakah AVAS juga aktif saat kendaraan berjalan mundur?
Standar internasional umumnya mensyaratkan AVAS aktif saat kendaraan bergerak mundur, termasuk di kecepatan rendah. Ini relevan untuk kondisi seperti keluar dari parkiran atau manuver di area sempit.


Ingin merasakan bagaimana kendaraan listrik VinFast bekerja secara langsung, termasuk ketenangan kabinnya dalam kondisi berkendara nyata? Test drive gratis tersedia di seluruh showroom VinFast Indonesia. Kunjungi showroom terdekat atau hubungi 1500083 untuk menjadwalkan kunjungan Anda.

2023 VF e34
Bergabunglah dengan daftar tunggu sekarang
berhubungan